westham vs spurs(2-3)
Penulis : Unknown on 26 Feb 2013 | 09:51
pendidikan
Penulis : Unknown on 21 Feb 2013 | 12:55
21 Feb 2013
ini sesuatu yang pernah saya tulis di intisari ini linknya:
http://intisari-online.com/read/pendidikan-adalah-pilihan
atau langsung klik : pendidikan
http://intisari-online.com/read/pendidikan-adalah-pilihan
atau langsung klik : pendidikan
software Matematika
Penulis : Unknown on 20 Feb 2013 | 13:38
20 Feb 2013
Software ini
selain bisa dimanfaatkan untuk menjawab pertanyaan pertanya tugas yang
diberikan oleh guru maupun oleh dosen matematika yang kelihatan killer
hehehe.. supaya kalian tiba tiba menjadi bintang kelas sehingga guru dan
dosen yang killer jadi baik sama kamu karena kelihatan pinter ngerjain
soal hehe, disamping itu soiftware ini bisa memberi cara
penyelesaiannya yang juga disertai dengan langkah-langkah dan penjelasan
dalam mengerjakan soal. Selain itu juga dapat membuat grafik dan
memberikan soal ujian, jadi anda dapat memilih soal apa yang akan di
ujikan dan juga terdapat pilihan untuk soal multiple choice. Masih
banyak lagi fitur - fitur yang terdapat didalam software ini, Software
ini bersifat portable, jadi tidak perlu menginstalnya terlebih dahulu
dan dapat di bawa kemana - mana. lebih lengkapnya dan lebih enaknya
silakan download aja
ini linknya: Matematika
ini linknya: Matematika
buku BSE matematika
silahkan download buku BSE matematika berikut ini linknya:
1. matematika kelas XI
2. matematika kelas XII
silahkan di baca dan dinikmati semoga bermanfaat
1. matematika kelas XI
2. matematika kelas XII
silahkan di baca dan dinikmati semoga bermanfaat
Mempercantik Tampilan Desktop Anda Dengan SliderDock
Ditulis pada tanggal January 11, 2013 Oleh Sabila.
Mempercantik Tampilan Desktop Anda Dengan SliderDock Mempercantik Tampilan Desktop Anda Dengan SliderDock Pada dasarnya sistem operasi seperti Windows Vista dan Windows 7 sudah menawarkan berbagai fitur yang dapat meningkatkan produktivitas penggunanya. Tapi, masih ada banyak aplikasi tambahan yang bisa Anda gunakan untuk membuat Windows Vista dan Windows 7 menjadi lebih mudah dan praktis untuk digunakan. Salah satu aplikasi yang perlu Anda pertimbangkan adalah aplikasi SliderDock. SliderDock adalah sejenis application launcher. Dengan menggunakan SliderDock, Anda dapat dengan mudah mengatur ikon-ikon dari aplikasi-aplikasi favorit Anda, sehingga nantinya Anda dapat dengan mudah mengaksesnya hanya dengan melakukan double-click pada ikon dari aplikasi yang ingin Anda buka. Ini mirip dengan menambahkan shortcut pada desktop Anda. Hanya saja, dengan menggunakan SliderDock, tampilan desktop Anda tidak akan terlalu dipenuhi oleh ikon-ikon karena mereka ditampung/diatur didalam SliderDock. Selain itu, saat tidak digunakan, Anda dapat menyembunyikan SliderDock dengan shortcut key yang dapat Anda tentukan sendiri. SliderDock sangat cocok untuk digunakan pada komputer yang memiliki beberapa pengguna. Setiap pengguna dapat memiliki SliderDock sendiri, dan mengisinya dengan aplikasi-aplikasi favorit mereka masing-masing. Setting SliderDock juga dapat diatur secara independen, sesuai dengan keinginan masing-masing pengguna. SliderDock bukanlah aplikasi yang menggunakan terlalu banyak kapasitas memori. Bahkan, saat tidak digunakan dan disembunyikan, aplikasi ini tidak akan menggunakan memori sedikitpun, sehingga komputer tidak akan menjadi lambat. Dengan menggunakan SliderDock, Anda dapat menggunakan file-file gambar jpeg, png, dan gif sebagai ikon-ikon Anda. Dan tentunya, dengan menggunakan file-file tersebut, kualitas ikon Anda jauh lebih baik dan menarik dibandingkan ikon biasa. Berikut adalah beberapa fitur utama yang ditawarkan oleh SliderDock: Mengatur dan menambahkan ikon dengan mudah Menjalankan atau membuka aplikasi dengan cepat Memunculkan ikon dengan menggunakan roda mouse Animasi yang halus saat rotasi ikon Dapat melakukan drag and drop atas virtual folder seperti “my computer” dan “recycle bin” Efek highlight di sekitar ikon yang dipilih Ikon dapat dimodifikasi sesuai keinginan pengguna Dapat dengan mudah disembunyikan menggunakan shortcut key Dapat dikontrol menggunakan keyboard Tidak memakan banyak kapasitas memori Untuk menggunakan SliderDock, Anda tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun karena aplikasi ini gratis. Untuk mengunduh aplikasi ini, Anda dapat mengunjungi http://sliderdock.wikidot.com/system:download. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena aplikasi ini terjamin 100% bersih dari spyware, adware, ataupun virus. SliderDock adalah aplikasi yang sederhana dan sangat mudah untuk digunakan. Tapi, jika Anda merasa bingung, Anda dapat membaca tutorialnya di http://sliderdock.wikidot.com/tutorial. Karena begitu banyaknya manfaat yang ditawarkan oleh SliderDock, aplikasi ini mendapatkan banyak penghargaan, seperti 5 Stars Award dari CleanSofts.com, Editor’s Pick dari wareseeker.com, Excellent 5/5 dari Rocket Download, dan masih banyak lagi.
Mempercantik Tampilan Desktop Anda Dengan SliderDock Mempercantik Tampilan Desktop Anda Dengan SliderDock Pada dasarnya sistem operasi seperti Windows Vista dan Windows 7 sudah menawarkan berbagai fitur yang dapat meningkatkan produktivitas penggunanya. Tapi, masih ada banyak aplikasi tambahan yang bisa Anda gunakan untuk membuat Windows Vista dan Windows 7 menjadi lebih mudah dan praktis untuk digunakan. Salah satu aplikasi yang perlu Anda pertimbangkan adalah aplikasi SliderDock. SliderDock adalah sejenis application launcher. Dengan menggunakan SliderDock, Anda dapat dengan mudah mengatur ikon-ikon dari aplikasi-aplikasi favorit Anda, sehingga nantinya Anda dapat dengan mudah mengaksesnya hanya dengan melakukan double-click pada ikon dari aplikasi yang ingin Anda buka. Ini mirip dengan menambahkan shortcut pada desktop Anda. Hanya saja, dengan menggunakan SliderDock, tampilan desktop Anda tidak akan terlalu dipenuhi oleh ikon-ikon karena mereka ditampung/diatur didalam SliderDock. Selain itu, saat tidak digunakan, Anda dapat menyembunyikan SliderDock dengan shortcut key yang dapat Anda tentukan sendiri. SliderDock sangat cocok untuk digunakan pada komputer yang memiliki beberapa pengguna. Setiap pengguna dapat memiliki SliderDock sendiri, dan mengisinya dengan aplikasi-aplikasi favorit mereka masing-masing. Setting SliderDock juga dapat diatur secara independen, sesuai dengan keinginan masing-masing pengguna. SliderDock bukanlah aplikasi yang menggunakan terlalu banyak kapasitas memori. Bahkan, saat tidak digunakan dan disembunyikan, aplikasi ini tidak akan menggunakan memori sedikitpun, sehingga komputer tidak akan menjadi lambat. Dengan menggunakan SliderDock, Anda dapat menggunakan file-file gambar jpeg, png, dan gif sebagai ikon-ikon Anda. Dan tentunya, dengan menggunakan file-file tersebut, kualitas ikon Anda jauh lebih baik dan menarik dibandingkan ikon biasa. Berikut adalah beberapa fitur utama yang ditawarkan oleh SliderDock: Mengatur dan menambahkan ikon dengan mudah Menjalankan atau membuka aplikasi dengan cepat Memunculkan ikon dengan menggunakan roda mouse Animasi yang halus saat rotasi ikon Dapat melakukan drag and drop atas virtual folder seperti “my computer” dan “recycle bin” Efek highlight di sekitar ikon yang dipilih Ikon dapat dimodifikasi sesuai keinginan pengguna Dapat dengan mudah disembunyikan menggunakan shortcut key Dapat dikontrol menggunakan keyboard Tidak memakan banyak kapasitas memori Untuk menggunakan SliderDock, Anda tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun karena aplikasi ini gratis. Untuk mengunduh aplikasi ini, Anda dapat mengunjungi http://sliderdock.wikidot.com/system:download. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena aplikasi ini terjamin 100% bersih dari spyware, adware, ataupun virus. SliderDock adalah aplikasi yang sederhana dan sangat mudah untuk digunakan. Tapi, jika Anda merasa bingung, Anda dapat membaca tutorialnya di http://sliderdock.wikidot.com/tutorial. Karena begitu banyaknya manfaat yang ditawarkan oleh SliderDock, aplikasi ini mendapatkan banyak penghargaan, seperti 5 Stars Award dari CleanSofts.com, Editor’s Pick dari wareseeker.com, Excellent 5/5 dari Rocket Download, dan masih banyak lagi.
contoh daftar pustaka
CONTOH: DAFTAR RUJUKAN
Arends,
Richard. I. 1997. Classroom Instruction
and Management. Toronto:
The McGraw – Hill.
Ardhana, Wayan. 1987. Bacaan Pilihan dalam Metode Penelitian
Pendidikan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek
Pengembangan LPTK.
Arsyad, Azhar. 2003. Media
Pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Asrori. 2001. Collaborative Teamwork Learning: Suatu
Model Pembelajaran untuk Mengembangkan Kemampuan Mahasiswa Bekerja secara
Kolaboratif dalam Tim.
Jurnal BALITBANG DEPDIKNAS, (Online). (http://www.depdiknas.--go.id/Jurnal/40/COLLABORATIVE%20TEAMWORK,
diakses 21 Oktober 2005).
Besselieu, Frances.B. & Kozloff, Martin. A. 2003.
Teachers Perceptions of Direct Instruction Teaching. Jurnal Policy Research Institute Report, Direct Instruction and the
Teaching of Early Reading, (online). (http://www.rashcraft.
com/aducation/wisconsin.htm, diakses 13 Juni 2005).
Borich, Gary. D. 1996. Effective Teaching Methods (3rd ed). New Jersey: Prentice-Hall,
Inc.
Degeng, I Nyoman. Sudana. 1998. Pengorganisasian Pengajaran Berdasarkan Teori Elaborasi dan Pengaruhnya
terhadap Perolehan Belajar Informasi Verbal dan Retensi. Disertasi tidak
diterbitkan. Malang: Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang.
Depdiknas.
2009. Materi Pelatihan KTSP tentang
Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (CD-ROM: Bahan BANFROF
2009 – SMK, Materi Sosialisasi Depdiknas 250309).
Dewey,
John. 1972. Experience and Education.
Terjemahan oleh Sudarminta, 2004. Jakarta:
Teraju.
Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Jawa Timur. 2005.
Kurikulum SMK Edisi 2004. Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan.
Djojonegoro,W. 1995. Peranan Pendidikan dalam
Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jurnal
Kajian Dikbud Nomer Perdana. Hal 7-27.
EBizz Asia Tecknology. 2004. Bagaimana di Indonesia?. Jurnal eBizz Asia
Technology, (Online), (http://ebizzasia.com/0221-204/fokus,0221,05.htm,
diakses 31 Oktober 2005).
Elder,
L. & Paul, R. 1994. “Critical Thinking: Why
we must transform our teaching.” Journal
of Developmental Education 18 (1):34-35, (Online). (http:www. kcmetro. cc. mo.us/Longview/ctac/definitions.htm,
diakses 2 Oktober 2005).
Hanani, Silvia. 2008. Memecahkan Masalah Dunia
Pendidikan. Padang Ekspress, (Online). (http://www.padangekspres.co.id/content/view/4784/80/, diakses 19 Mei 2008).
Kurikulum SMK Edisi 2004, Semua Program Keahlian (CD-ROM:
SMKN 2).
elemen PTK
PENJELASAN
SINGKAT TIAP ELEMEN DALAM PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
1. Judul Penelitian
Judul penelitian
hendaknya menyatakan dengan akurat dan padat permasalahan serta bentuk tindakan
yang dilakukan peneliti sebagai upaya pemecahan masalah. Formulasi judul
hendaknya singkat dan jelas serta menampilkan sosok penelitian tindakan kelas
(PTK), bukan sosok penelitian yang lain.
2. Halaman Pengesahan
Halaman ini
bersisi persetujuan komisi pembimbing/konsultan tentang proposal penelitian
yang diajukan. Persetujuan tersebut diberikan dalam bentuk tanda tangan dari
komisi pembimbing/konsultan tersebut.
3. Daftar Isi
Daftar isi
ditulis dalam spasi tunggal dengan format sebagaimana struktur penulisan
proposal di atas. Masing-masing butir/elemen dalam daftar isi diikuti nomor
halaman.
4. Latar Belakang Masalah
Dalam bagian ini
diuraikan pentingnya penanganan permasalahan yang diajukan. Sehubungan dengan
hal itu, perlu ditunjukkan fakta-fakta yang mendorong muncul nya permasalahan
tersebut, baik yang berupa hasil pengamatan, wawancara, tes, atau teknik-teknik
yang lain. Dukungan dari hasil penelitian lain yang relevan akan lebih
memperkokoh argumentasi dan signifikansi tentang pemecahan masalah yang
diusulkan. Ciri khas PTK yang berbeda dari penelitian-penelitian lain hendaknya
juga tercermin dalam uraian bagian ini.
5. Rumusan Masalah
Masalah
hendaknya diangkat dari masalah keseharian di sekolah yang memang layak dan
perlu diselesaikan melalui PTK. Uraian masalah hendaknya didahului dengan
identifikasi masalah, yang dilanjutkan dengan analisis dan diikuti dengan
refleksi awal sehingga gambaran permasalahan yang perlu ditangani tampak
menjadi jelas. Perumusan masalah hendaknya disertai dengan penyebab munculnya
masalah tersebut. Perumusan masalah itu
sendiri berbentuk pertanyaan.
6. Tujuan Penelitian
Seperti pada
jenis penelitian lainnya, tujuan penelitian pada penelitian tindakan (kelas)
pada umumnya merupakan parafrase dari rumusan masalah. Namun demikian, tidak
jarang bahwa bagian tujuan ini menjadi tempat elaborasi dari apa yang secara
umum dikemukakan dalam rumusan masalah. Indikator-indikator suatu konsep/
konstruk dapat dipaparkan dalam bagian ini sehingga konstelasi permasalahan
yang akan dikaji menjadi lebih jelas
7. Manfaat Penelitian
Dalam bagian
ini dikemukakan manfaat yang dapat dipetik apabila penelitian telah terlaksana.
Uraian tentang manfaat tersebut hendaknya bersifat spesifik, yang terkait
langsung dengan topik penelitian. Hendaknya dihindarkan uraian tentang manfaat
penelitian yang terlalu umum dan bombastis.
8. Kajian Teoretis dan Hipotesis Tindakan
Dalam bagian
ini dipaparkan teori-teori yang mengarah pada pemahaman konsep yang digunakan
dalam penelitian. Di samping itu, kajian teoretis hendaknya menga rah pada
pencarian alternatif pemecahan masalah yang diajukan. Argumentasi teore tik
yang logis diperlukan guna menyusun kerangka konseptual. Atas dasar kerangka
konseptual tersebut, hipotesis tindakan dirumuskan.
9. Setting Penelitian
Setting penelitian mengacu pada tempat dan
waktu penelitian. Dalam kaitan nya dengan tempat penelitian, peneliti perlu
menjelaskan tidak hanya deskripsi fisik tempat, tetapi juga deskripsi
sosiologis, psikologis, kultural, dan lain sebagainya. Des kripsi tersebut
sekaligus dapat berfungsi sebagai konteks pemaknaan hasil penelitian.
10. Subjek Penelitian
Subjek
penelitian mengacu pada subjek yang akan dikenai perlakuan, seperti siswa kelas
tertentu di sekolah tertentu. Uraian tentang masalah ini tidak hanya menyangkut
jumlah melainkan juga karakteristik subjek tersebut yang relevan dengan
dilakukan nya PTK.
11. Metode Penelitian
Dalam bagian
ini dijelaskan bahwa jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan
kelas, yang karakteristinya berbeda dari jenis-jenis penelitian lainnya. Oleh
karena itu peneliti perlu mengemukakan sejumlah ciri yang melekat pada PTK
tersebut.
12. Rencana Tindakan
Rencana
tindakan mengacu pada rencana tindakan untuk mengatasi permasa lahan yang
diajukan. Secara substansial rencana tersebut telah tercermin dari uraian pada Kajian
Teoretis dan Hipotesis Tindakan. Bagian ini lebih mengelaborasikan rencana
tersebut. Oleh karena itu berbagai tindakan lain yang mengarah pada
terlaksananya pemecahan masalah tersebut (seperti pembuatan bahan ajar,
penyiapan evaluasi, pengadaan alat-alat pembelajaran) perlu dijelaskan dalam
bagian ini.
13. Implementasi Tindakan
Bagian ini berisi deskripsi skenario tindakan
pemecahan masalah, yang sifatnya lebih konkret daripada sekedar rencana
tindakan.
14. Pengamatan
Pada bagian ini peneliti menguraikan cara-cara yang akan dilakukan untuk mengeta hui
efek dari tindakan yang dilakukan, termasuk di dalamnya sarana-sarana yang
diperlukan untuk merekam hasil pengamatan tersebut.
15. Refleksi
Hasil
pengamatan di atas selanjutnya dianalisis, dan atas dasar hasil analisis
tersebut peneliti melakukan refleksi atas apa yang sejauh ini dilakukan. Pada
fase ini akan ditentukan apakah peneliti perlu melangkah ke siklus berikutnya
atau tidak. Apabila ya, maka langkah-langkah sebagaimana diuraikan di atas
diulangi dengan pengemba ngan seperlunya.
16. Data dan Cara Pengumpulannya
Dalam bagian
ini peneliti mengemukakan jenis data yang diperlukan dalam penelitian dan
teknik-teknik yang akan digunakan untuk memperoleh data tersebut, sejak dari
langkah identifikasi masalah hingga pemantauan akhir. Boleh jadi data
penelitian merupakan kombinasi antara data kuantitatif dan data kualitatif.
Semua nya perlu dijelaskan.
17. Teknis Analisis Data
Sehubungan
dengan data penelitian di atas, peneliti perlu menjelaskan teknik-teknik
analisis data yang akan digunakan. Tidak jarang peneliti mengguna kan lebih
dari satu teknik analisis. Sudah barang pasti,jenis teknik analisis disesuai
kan dengan jenis datanya. Oleh karena itu peneliti perlu menjelaskan hal ini.
18. Daftar Pustaka
Dalam bagian
ini dituliskan seluruh referensi yang dijadikan acuan dalam penelitian dan yang
disebut langsung dalam tubuh proposal. Rujukan yang tidak di sebut tidak perlu
ditulis. Penulisan daftar pustaka disesuaikan dengan aturan yg ada.
19. Lampiran
Dalam bagian
ini dilampirkan berkas-berkas penting yang terkait langsung dengan pelaksanaan
PTK berikut hasilnya. Instrumen monitoring yang mengawali dilaku kannya PTK
seperti pedoman pengamatan, protokol wawancara, tes, angket, dan/ atau analisis
dokumen perlu dilampirkan. Demikian pula hasil monitoring tersebut, seperti data-data
hasil prestasi belajar dan deskripsi perilaku/kinerja siswa juga dilampirkan.
Hal itu dapat membantu pembimbing/konsultan melihat dan menilai akurasi
pengajuan masalah penelitian.
Langganan:
Postingan (Atom)
home
Home